Senin, Agustus 24, 2009

FILOSOFI KISS

Dalam kehidupan sehari-hari,
kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi.

Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan,
tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.
Mari kita coba lihat dalam kasus di bawah ini :

1. Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang.
Perusahaan tersebut nerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong..
Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas
untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Tim manajemen meminta
para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah
mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang
melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong.

Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak
berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda.
Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya
ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas
angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka
tidak bisa ber fungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar.
Mereka mengembang kan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik,
dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku
sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

3. Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya.
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni
di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut.
Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift.
Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi,
semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa inti dari komplain pelanggan adalah perasaan lama menunggu.
Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift,
supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan 'menunggu' dan merasa' tidak menunggu lift'. It works !


Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ),
yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.
Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada.
Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.


Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama;
janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi,
tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Janganlah menganggap dirimu pandai!
Roma 12:16



Baca Selengkapnya......

Jumat, Agustus 21, 2009

Yesus di Facebook

Yesus di Facebook




Baca Selengkapnya......

Rabu, Agustus 12, 2009


3 HARI 3 MALAM BERBANDING 2 JAM
Disalin ulang oleh : Mr. Arrang



Sebuah pesawat terbang kecil berputar-putar mencari landasan di
tengah-tengah rimba belantara Kalimantan. Sesaat kemudian, pesawat
menukik dan mendarat dengan hati-hati. Sang pilot turun, disusul
satu-satunya penumpang -- seorang hamba Allah yang diundang ke
daerah itu untuk menyampaikan Kabar Baik dari surga. Orang ini agak
terkesiap menatap rombongan laki-laki yang rupanya telah berkumpul
menyambut kedatangannya. Ketua rombongan maju memperkenalkan diri,
dan setelah saling berjabat tangan, mereka pun mulai
berbincang-bincang.

"Berapa jumlah penduduk desa Bapak?" tanyanya berbasa-basi kepada
ketua rombongan.

"Ini semua kepala keluarganya Pak Pendeta," jawab lelaki setengah
usia itu sambil menunjuk pada rombongan penyambut.

Termangu-mangu, pak pendeta itu mendengarkan keterangan ini.
Diam-diam dihitungnya orang-orang yang mengelilinginya. Hanya tiga
puluh kepala! Tanpa disadarinya, terlintas dalam ingatannya gedung
pertemuan yang mahaluas di Ottawa, Kanada, yang memuat lima ribu
orang, yang menjadi penuh sesak tatkala mereka berdatangan untuk
mendengarkan firman yang disampaikannya. Itu baru beberapa minggu
yang lalu.

"Mari, Pak," kata ketua rombongan dengan ramah sambil membuat
gerakan tangan, mempersilakannya berjalan. "Baik," katanya.
Tebersit dalam hatinya, sebuah harapan, semoga jarak yang kini
harus ditempuhnya dengan berjalan kaki, tidaklah terlalu jauh.
Ternyata harapannya buyar. Mereka meninggalkan landasan pesawat itu,
dan memasuki hutan rimba. Tak terpikirkan betapa mengerikan rimba
itu! Hujan yang turun telah menciptakan kubangan-kubangan lumpur
yang bercampur daun-daun membusuk. Bau yang menyebar dari
kubangan-kubangan tersebut sungguh memuakkan! Di sana-sini tampak
gundukan kotoran hewan, entah binatang liar ataukah hewan peliharaan
penduduk. Di kiri kanan jalan setapak, tirai tebal daun-daun serta
sulur-suluran membuat orang enggan menyimpang sedikit pun dari jalan
setapak itu.

Jalan ternyata berliku-liku, turun naik bukit pula! Udara panas luar
biasa, sekalipun sinar matahari hampir tak tampak dalam rimba yang
pekat itu. Dalam sekejap saja, tubuhnya sudah mulai memprotes
siksaan yang tak terduga-duga itu. Kepalanya terasa berdenyut-denyut
nyeri. Kaki bagaikan dibebani berkilo-kilo. Rongga dada serasa
hendak meledak, menahan napas yang memburu sehingga menimbulkan
desah yang ramai pula. Matanya mulai berkunang-kunang. Langkahnya
pun sudah terhuyung-huyung dengan kepala merunduk berat. Ia
benar-benar membutuhkan istirahat. Tetapi baru saja ia hendak minta
kepada pengantarnya agar mereka berhenti dulu, telinganya menangkap
suara orang ramai.

Ia mengangkat kepala. Mereka berada di puncak sebuah bukit. Di bawah
terhampar pemandangan yang membuatnya terharu. Beratus-ratus ...
tidak, beribu-ribu orang laki perempuan tampak hiruk-pikuk membuat
barisan panjang menuju sebuah "rumah adat".

"Mereka ... ?" tanyanya heran pada pengantarnya.

"Ya," jawab yang ditanya, "mereka tahu Bapak akan datang. Mereka
datang dari kampung-kampung yang tersebar di wilayah yang luas. Ada
di antara mereka yang berjalan 3 hari 3 malam untuk berbakti
bersama-sama."

3 hari 3 malam! Ia melihat, jam tangannya menunjukkan bahwa mereka
sendiri berjalan tak lebih dari 2 jam.

Ia tak mampu berkata-kata lagi. Ia membayangkan perasaan yang
mencekam diri Tuhan Yesus tatkala dilihatnya "orang banyak datang
berbondong-bondong". Kehausan jiwa yang mencari kebenaran pada masa
itu, sekarang pun masih begitu menonjol. Dan ini lebih dirasakannya
lagi ketika kebaktian dimulainya. Suara-suara yang menaikkan
puji-pujian dalam aneka nada memang jauh daripada indah, namun mampu
menggugah hatinya kepada suatu kesadaran yang lebih mendalam, bahwa
Kasih Tuhan ada di mana-mana. Jiwa-jiwa di kota gemerlapan atau di
rimba belantara, sama di mata Tuhan. Tetapi kasih kepada Tuhan,
kiranya tiada yang melebihi kasih yang ada di dalam hati manusia
penghuni rimba ini. Murni dan teguh, demikianlah iman yang membuat
mereka itu menjadi "indah".

Baca Selengkapnya......

Senin, Juli 13, 2009


REVELATION SONG

Worthy is the lamb
Who was slain
Holy, Holy, is He
Sing a new song to Him
Who sit’s on heaven’s mercy seat

Holy, Holy, Holy is
The Lord god almighty
Who was and is to come
With all creation I sing praise
To the King of King

You are my everything and
I will adore You
Clothed in rainbows of living color
Flashes of lightning
Ralls of thunder
Blessing and horor
Strenght and glory and power be
To You, the only wise King

Holy,Holy, Holy is
The lord God Almighty
What was and is and is to come
With all creation. I sing praise
To the King of king’s
You are my everything and
I Will adore You, I will adore You

Filled with worder
Awesruck wonder
At the mention of Your name
Jesus, Your name is power
Breath and living water
Suck a marvelous mystery

Baca Selengkapnya......

Selasa, Juni 09, 2009


HARAPAN DAN KENYATAAN







Alkisah ada dua malaikat yang
sedang berkelana. Mereka singgah di rumah sebuah keluarga yang kaya
raya dan menginap disitu. Keluarga itu jahat, mereka tidak mau
memberikan kamar mansionnya yang megah nan nyaman bagi
malaikat-malaikat tersebut, sebaliknya mereka disuruh tidur di lantai
gudang bawah tanah yang dingin.

Ketika
sedang menata kasur di lantai gudang bawah tanah yang keras, malaikat
yang lebih tua melihat ada sebuah lubang di dinding, dan lalu mengambil
semen yang ia temukan di gudang itu, lalu menambal lubangnya. Ketika
malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan itu, si malaikat
tua menjawab: Semua di dunia ini tidak selalu seperti kelihatannya.

Malam
berikutnya kedua malaikat itu singgah di rumah reyot milik keluarga
petani yang miskin. Namun si petani dan istrinya sangat ramah. Bukan
hanya berbagi makanan mereka yang teramat sederhana, petani dan
istrinya itu juga mengalah dengan mempersilakan kedua tamunya untuk
tidur di tempat tidur mereka yang hangat, sehingga kedua malaikat itu
dapat tidur dengan nyenyak malam itu.

Ketika
matahari mulai bersinar keesokan paginya, kedua malaikat itu bangun dan
mendapatkan sumai istri petani itu menangis tersedu-sedu. Sapi milik
mereka satu-satunya, yang selama ini menjadi sumber penghasilan
keluarga itu, mereka temukan terbaring mati di ladang pagi itu.

Melihat
kejadian memilukan itu, hati malaikat muda dipenuhi kemarahan, dan ia
bertanya kepada malaikat tua: Bagaimana bisa kamu membiarkan semua ini
terjadi? Keluarga pertama itu begitu kaya raya dan memiliki segalanya,
tetapi kamu tetap menolong mereka, si malaikat muda mulai melancarkan
tuduhannya.Keluarga kedua hanya memiliki sedikit, tetapi mereka
dengan senang hati mau berbagi semua milik mereka dengan kita, dan kamu
malahan membiarkan sapi mereka mati!

Semua
di dunia ini tidak selalu seperti kelihatannya, malaikat tua menjawab.
Ketika kita menginap di gudang bawah tanah mansion milik orang kaya
itu, aku melihat ada emas tersimpan di balik lubang di dinding itu.
Karena si pemilik mansion adalah orang yang amat serakah dan tidak mau
berbagi hartanya yang berlimpah itu, aku menutup lubang di dinding itu
agar ia tidak melihatnya.รข€

Lalu
tadi malam, ketika kita tidur di ranjang petani itu, aku melihat
malaikat kematian datang hendak mengambil nyawa si istri petani. Aku
menukarnya dengan sapi mereka. Semua di dunia ini tidak selalu seperti
kelihatannya.

Dari kisah itu, sepertinya ada
kepincangan. Memang bagi si petani, kehilangan seekor sapi jauh lebih
baik daripada kehilangan istrinya. Tapi bagi si orang kaya? Bukankah
mendapatkan emas merupakan sesuatu yang baik baginya? Nah, kisah ini
mau mengungkapkan pada kita bahwa yang baik di mata kita belum tentu
baik di mata Tuhan. Kita menganggap kesuksesan, kekayaan, jabatan,
penghargaan adalah sesuatu yang baik. Padahal bagi Tuhan ada yang jauh
lebih baik: yaitu iman kita. Jika kesuksesan, kekayaan dsb itu akan
menjauhkan kita dari Tuhan, maka itu berarti kesuksesan tsb bukanlah
yang terbaik untuk kita.

Jadi
bila saat ini anda telah berdoa sekian lama bagi sesuatu yang baik
menurut anda, tapi belum dikabulkan juga, mungkin Tuhan punya rencana
lain bagi anda. Dan yang pasti, rencana itu pasti lebih baik buat anda.
Maka, teruslah berdoa, tapi ubahlah permohonan anda menjadi: Tuhan,
berikanlah apa yang menurutMu terbaik bagiku. Lalu tunggulah dan
lihatlah apa yang terjadi
Disalin ulang : Mr. Arrang

Baca Selengkapnya......