Senin, April 20, 2009


OBAT MUJARAB

By : Mr.. Arrang

Apa persamaan dan perbedaan antara penyakit demam berdarah dan flu
burung? Persamaannya adalah jika tidak segera diobati, keduanya dapat
membawa kematian bagi si penderita. Perbedaannya, demam berdarah sudah
ada obatnya, sedangkan flu burung belum ada obatnya. Berdasarkan
perbedaan tersebut, maka orang cenderung merasa "lebih tenang" jika
terserang demam berdarah dibanding jika terserang flu burung. Padahal
dulu ketika obat demam berdarah belum ditemukan, di mana-mana orang
sangat takut terhadap penyakit ini. Ya, demam berdarah tetaplah sebuah
penyakit yang mematikan. Kenyataan ini tidak berubah. Hanya, pada
zaman sekarang para ahli sudah menemukan obat untuk penyakit ini.

Demikian juga dengan dosa. Pada kenyataannya, dosa adalah penyakit
rohani yang mematikan karena akan membawa si penderita masuk kepada
hukuman kekal. Buktinya dapat dilihat pada waktu Tuhan Yesus
menanggung dosa manusia di atas kayu salib. Dosa telah membuat Dia
ditinggalkan oleh Allah Bapa (ayat 46). Dan, hukuman ini jauh lebih
berat dibanding hukuman salib itu sendiri. Akan tetapi, syukur kepada
Allah karena dari peristiwa salib itulah kita menemukan "obat paling
manjur" yang dapat menghapuskan dosa kita.

Kedua, walaupun "obat" penghapus dosa sudah ditemukan di dalam
Kristus, bukan berarti kita boleh tetap merasa tenang jika berbuat
dosa. Sebab pada esensinya dosa tetaplah penyakit rohani yang serius
di mata Allah. Penyakit rohani yang harus segera dibereskan sebelum
terlambat. Kiranya setiap kita menikmati ampuhnya "obat" dari Kristus
itu —Arrang


Baca Selengkapnya......

Rabu, April 08, 2009



PENGORBANAN KASIH
disalin ulang oleh : .Arrang

Dalam film Twilight yang diputar di berbagai bioskop beberapa waktu
yang lalu, sang tokoh utama mengucapkan sebuah kalimat mengenai
pengorbanan. Ia berkata bahwa ia tidak pernah memikirkan bagaimana
caranya ia kelak akan mati. Namun, jika ternyata ia mesti mati
berkorban untuk menggantikan orang yang ia sayangi, maka itu adalah
cara mati yang terbaik, bahkan mulia.

Kalimat serupa pernah Yesus ucapkan pada perjamuan terakhir, seperti
bacaan Alkitab hari ini. Di situ Yesus memerintahkan para murid untuk
saling mengasihi (ayat 12). Yakni dengan kasih yang melampaui batas-
batas ikatan keluarga, suku, kelompok, dan sebagainya. Begitulah Yesus
menasihati para rasul yang berasal dari beragam latar belakang yang
berbeda.

Yesus juga menyampaikan bahwa kasih ini harus diwujudkan dengan sikap
saling berkorban. Bahkan jika perlu dengan mengorbankan nyawa.
Menurut-Nya, inilah wujud kasih yang paling besar (ayat 13). Dan kita
tahu bahwa keesokan harinya, Yesus langsung mempraktikkan perkataan-
Nya ini dengan mengurbankan nyawa di kayu salib demi menyelamatkan
kita.

Sebagian besar dari kita kemungkinan tidak sampai mengorbankan nyawa
bagi orang lain. Namun, prinsip bahwa pengorbanan adalah bagian yang
integral dari kasih tentu berlaku bagi setiap kita tanpa kecuali.
Jadi, pengorbanan yang diberikan bisa berupa waktu, tenaga, perasaan,
uang, dan sebagainya—tergantung pada kebutuhan mereka yang memerlukan
kasih kita. Memang tidak mudah, tetapi Yesus telah memberi teladan
pengorbanan kasih yang sempurna. Kini giliran kita untuk mengikutinya


Baca Selengkapnya......

Sabtu, April 04, 2009


" Sang Juara "
By : Michael R. Massau'


Lomba Batita Sehat ini cuma dilaksanakan satu kali dan pemenangnya adalah yang tertera di gambar ini. Adapun alasan alasan panitia menetapkan Dia sebagai "Juara " adalah sebagai berikut :
a. Peserta cuma satu ( Dia sendiri )
b. Juri cuma satu ( Dia sendiri )
c. Panitia cuma satu ( Dia sendiri )
d. Satu satunya yang bukan cuma dia sendiri adalah penulis milis ini bukan dia sendiri tetapi tetap memihak dia ( Paricu memang..... ). Kalo kerja jgn tegang terus.... santai dikitlah


Baca Selengkapnya......

Jumat, April 03, 2009


::: KECIL :::

Disalin ulang oleh : Mr. Arrang

"Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan" Amsal 30:24

Benjamin Franklin pernah berkata, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar !” Memang mengherankan ketika melihat hal-hal yang penting dan temuan-temuan besar di dunia ini justru lahir dan berasal dari hal-hal yang kecil. Kita selalu punya kecenderungan untuk melihat sesuatu yang besar daripada memperhatikan sesuatu yang kecil. Hal-hal kecil biasanya kita lewatkan begitu saja, padahal melewatkan hal-hal kecil sebenarnya menutup pintu bagi kemungkinan-kemungkinan besar.

Sobat...Siapa peduli dengan sarang laba-laba? Tidak ada yang suka dengan sarang laba-laba, kecuali Spiderman tentunya. Sarang laba-laba identik dengan tempat yang kotor, jorok dan jarang dibersihkan. Melihat sarang laba-laba membuat kita jadi tidak sabar lagi untuk segera mengambil sapu dan menghilangkan sarang laba-laba itu. Sementara banyak orang melewatkan hal-hal yang kecil, seorang yang peduli dengan hal-hal kecil justru terinspirasi dengan sarang laba-laba ini. Inspirasi dari sarang laba-laba inilah yang kemudian melahirkan gagasan untuk membuat jembatan gantung! Siapa peduli dengan suara ketel di atas kompor? Suara itu benar-benar mengganggu dan berisik. Membuat kita tak sabar untuk segera mematikan kompor agar suara ketel itu berhenti. Mempedulikan suara ketel adalah tindakan yang bodoh, tapi justru dari suara ketel itulah mesin uap kemudian diciptakan oleh seorang James Watt.

Sobat...Telah terbukti bahwa hal-hal besar selalu lahir dari hal-hal kecil. Seringkali kita melewatkan banyak hal kecil terjadi begitu saja. Kita terlanjur punya konsep bahwa hal-hal besar selalu lahir dari pemikiran yang rumit. Itu sebabnya kita selalu disibukkan dengan hal-hal besar dan hal-hal paling rumit, dan tidak pernah mempedulikan hal-hal kecil yang nampaknya terlalu sederhana untuk dipikirkan. Terbukalah dengan hal-hal kecil. Belajar peka dan kritis dengan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita. Jangan pernah membiarkan hal-hal kecil terlewatkan begitu saja, tanpa kita bisa belajar darinya. Jangan sampai suatu saat kita akan dipermalukan akibat kita selalu meremehkan hal-hal kecil.

Semua hal besar selalu berawal dari hal kecil.
Salam .... Mr Arrang


Baca Selengkapnya......

Kamis, April 02, 2009


ORANG-ORANG KRISTEN ARMENIA
Dicopy oleh Mr. Arrang ...... Untuk Kita Semua

Saat itu tahun 1915, utusan Turki memasuki daerah komunitas Armenia
di kota-kota Turki dengan membawa pengumuman sebagai berikut: "Pria,
wanita, dan anak-anak keturunan Armenia bersiaplah untuk dideportasi
-- kecuali jika kalian mau mengenakan nama Turki, menanggalkan iman
Kristen kalian dan memeluk 'agama lain'."

Inilah awal gelombang pertama penganiayaan orang-orang Kristen di
Turki. Motifnya sudah jelas. Winston Churchill di dalam bukunya,
"The World Crisis, 1911 -- 1918", menulis, "Waktunya telah tiba
membersihkan tanah Turki dari ras Kristen yang menghalangi semua
ambisi bangsa Turki." Sejak abad ke-7, orang-orang Kristen Armenia
telah menghadapi penganiayaan dari orang-orang Turki, tetapi
penganiayaan terparah di tahun 1915 menarik perhatian dunia.

Seorang hamba Tuhan, seorang biarawan gereja Georgian Ortodox di
Kayseri, adalah salah satu yang membayar harga yang sangat mahal
karena tidak menyangkal Kristus. Berjalan berbaris bersama beberapa
jemaat yang dikasihinya selama beberapa hari, tidak memunyai makanan
dan minuman, biarawan tersebut dipukuli habis-habisan di hadapan
jemaatnya. Jubah kependetaannya dirobek dari tubuhnya dan ia
dicambuk layaknya hewan. Tentara yang menganiaya mengolok-ngoloknya,
"Jadi kamu mau menjadi martir, ya? Ayo bicara! Apakah kamu siap
menerima "Tuhan" kami?" Sebagai jawaban atas kebungkamannya, suara
cambuk yang lain menggelegar.

Para tentara melanjutkan pelecehan mereka, "Jika kamu memang pintar,
kamu akan mengatakan kepada orang-orang ini untuk menanggalkan agama
palsu mereka." Sang biarawan menjawab dengan sisa kekuatannya,
"Tidak, tidak akan pernah!" Ia berbalik menghadap jemaatnya dan
berkata dengan tegas, "Tuhan Allah yang akan kita layani ... dan
suara-Nya yang kita patuhi." Tubuh tak bernyawa sang biarawan
ditemukan terikat pada sebuah batang pohon keesokan paginya.

Ratusan ribu orang Armenia tewas selama deportasi ketika mereka
berjalan melewati padang gurun Syria. Kadang kala, kereta api
digunakan untuk melindas mereka yang tewas dan dilemparkan di atas
rel. Gadis-gadis Armenia dijual atau diambil oleh tentara demi
kepentingan mereka.

Walaupun penderitaannya luar biasa, diperkirakan 90 persen orang
Armenia menolak untuk menerima permintaan mereka dan menerima "agama
lain". Banyak dari mereka yang selamat mengungsi ke bangsa-bangsa di
mana mereka dapat dengan bebas mengikut Tuhan. Hari ini, di Turki
ada sekitar lima ribu hamba Tuhan yang telah mengambil risiko
mengikut Kristus. Semoga kesaksian teman sebangsa dapat mendorong
orang-orang Kristen Turki dan kita untuk makin setia mengikut Tuhan
dan mendengar apa yang dikatakan biarawan itu, "Suara-Nya yang kami
patuhi."
Catatan : Betapa berat memang tapi justru itulah kita ada dan yakinlah Dia tidak akan pernah membiarkan kita dipermalukan lawan. Salam ..... Mr. Arrang

Baca Selengkapnya......